Imaginary friends?
Sejak umur sebulan Najla sudah bisa melihat dengan benar dan mampu merespons gerak dan warna yg ada disekitarnya. Sebenarnya sejak lahir bayi sudah bisa melihat, hanya kemampuan syaraf mata utk memipihkan dan mencembungkan lensa mata belum lah baik sehingga objek yg dilihat hanya akan terlihat jelas pada jarak tertentu. Seperti halnya pelajaran SMA dulu tentang lensa dan optik, ada suatu kondisi dimana objek yg terletak di tak terhingga akan jatuh di titik fokus (titik api). Gw dan Natia senang sekali, soalnya kalau di ajak main dia sekarang sudah bisa meresponds, apalagi kalau lalu tertawa. Duhh .. hilang semua masalah hidup hihi
Kurang lebih 2 minggu yg lalu, Natia menceritakan hal yg kemudian menarik perhatian gw untuk mengamati selama ini. Sang bayi sangat suka untuk melihat di sudut2 ruangan tertentu, lalu seolah2 sedang berbicara dengan seseorang, lalu tertawa. Kadang di sudut ruangan yg lain, dia akan bersikap biasa atau kadang menangis. Hal ini ternyata bahkan sudah dilakukannya sejak dia kembali dari Rumah Sakit. Di saat penglihatannya belum fokus, komunikasi dengan "sesuatu" ini telah terjadi. Dia sering tertawa dan bermain. Sekarang frekuensi nya lebih cukup sering karena dia suka digendong untuk melihat sekitarnya.
Gw menanyakan hal ini kepada kakak gw yg bayinya beda 1 bulan dengan Najla, dan beberapa teman yg mempunyai bayi dengan mendapatkan jawaban yg sama. Mungkin hanya tempat yg berbeda. Ada yg dipojok ruangan seperti gw, ada yg diatas kaligrafi, diatas lukisan/foto dll. Bayi mereka juga memberi respon tertawa/tenang/biasa/menangis.
Gw sendiri tidak tahu persis apakah ini yg disebut imaginary friends? guardian angel? atau yg lainnya. Di tradisi jawa sendiri dikatakan bahwa "sesuatu" itu adalah kembaran dari sang bayi. Konon, ari2 dan plasenta sang bayi itu merupakan perwujudan dari sang kembaran ini. Oleh karena itu perlakuan yg baik dilakukan terhadap ari2 dan plasenta ini. Gw sendiri, karena mengikuti tradisi orangtua jaman dulu ini (walau tidak mengetahui tujuannya - well sometimes life like that :)) menyimpan ari2 dari Najla di suatu tempat khusus dan menanam plasentanya di depan rumah, kemudian menyalakan semacam lampu teplok diatas tempat penanamannya setelah maghrib selama 40 hari berturut2 dengan tujuan menghormati sang kembaran ini. Walau di kemudian hari gw baru mengetahui bahwa alasan memberi lampu teplok dan menyalakannya di malam hari, karena untuk masyarakat jaman dahulu (belum ada lampu jalanan)dengan posisi penanaman di depan rumah itu untuk menghindari pengguna sepeda atau orang yg lewat agar tidak menginjak tempat penanaman
Pertama2 gw mencoba mencari informasi dari internet, hanya setelah membaca berbagai forum (ini salah satunya: Do your children see ghosts?) tidak ada jawaban yg cukup memuaskan sehingga bosan sendiri. Walau kadang kalau sedang sendiri di kamar agak merinding juga membayangkannya (kenyataannya ada "sesuatu" di kamar itu), hanya gw dan Natia membiarkan saja karena "sesuatu" ini sptnya (mudah2an) niatnya baik, menenangkan dan mengajak bermain serta tertawa. Artikel ini sangat menenangkan My child has an imaginary friend. Is this normal?
July 13th, 2005 at 11:56 pm
Hm… ternyata kok sama ya seperti yang dilakukan Adit.
July 15th, 2005 at 4:04 am
Sepertinya memang semua bayi begitu yah