Parabola, Astro TV dan Blue Kiss

Senin kemarin di Kompas gw membaca salah satu iklan yg membuat gw melompat gembira. Isinya kira2 seperti ini "Sebuah Provider TV Satelit terkemuka di Asia Tenggara mencari distributor untuk pemasaran…". Kenapa gw gembira? karena gw yakin 100% bahwa provider yg dimaksud adalah Astro TV, layanan TV Satelit di Malaysia (semacam Indovision - konon bahkan semua layanan Pay TV Indonesia itu diambil dari Astro. Kl diperhatikan jam2 tayangan film yg diiklankan sering memakai waktu malaysia, GMT +8, atau "On Astro at"), dan seperti gosip yg telah beredar sejak tahun lalu bahwa mereka akan masuk ke Indonesia.

Dengan jumlah channel yg lebih banyak (warga malaysia lebih majemuk, sehingga siaran hindi dan mandarin juga lebih banyak), paket yg ditawarkan akan lebih murah dari provider yg sudah ada di Indonesia. Dan itu menggunakan satelit pula, sehingga bisa digunakan dimana saja. Tidak seperti kabelvision yg walau lebih murah hanya dibatasi infrastruktur. Sebagai bayangan untuk subscribe terlengkap membutuhkan biaya RM89.95 perbulan (sumber: Makmur Parabola dan AstroTV) atau dengan kurs 1RM = Rp.2500 sebesar Rp.224.875 (lebih mahal lagi bila tambah paket Dynasty dan Emperor utk siaran Mandarin). Lebih murah dari paket lengkap Indovision misalnya Rp.289.000. Well, untuk beberapa orang selisih uang tersebut mungkin tidak ada artinya dibandingkan pengorbanan yg harus dilakukan dengan membaca text terjemahan bahasa Melayu. Hanya gw sudah terlanjur jatuh cinta dengan Astro.

Dimulai dari era parabola digital, waktu itu Astro masih dapat ditangkap secara gratis (well, sebenarnya dengan cara mengakalinya) sehingga gw lebih familiar dengan siaran2 astro. Sayangnya mulai september 2004 yg lalu, Astro cukup pintar dengan mengupgrade metode enkripsi siarannya menjadi Seca2 (ini semacam algoritma pengacak digital untuk siaran satelit). Akibatnya hingga saat ini belum ada key lock yg cukup ampuh untuk menikmati siaran astro secara gratis lagi. Sebenarnya korelasi apa sih antara parabola - satelit - pay TV? ini akan ada kaitannya dengan liputan kupas tuntas di TransTV pada hari Jumat yg lalu mengenai siaran BlueKiss.

Secara sederhananya, dengan perangkat parabola digital, receiver dan aktuator (utk menggerakkan parabola), kita dapat menangkap berbagai siaran TV yg ada di banyak negara yg menggunakan satelit untuk media transmisi nya. Contohnya bila kita mengarahkan parabola kearah 108 derajat Timur, maka siaran yg ditangkap dari Satelit Telkom1 meliputi channel2 TelkomVision, Lativi, TV7, TransTV, TV Edukasi (dan beberapa radio seperti TrijayaFM, SonoraFM, RRIPro2FM). Semuanya bisa ditonton? sayangnya tidak. Tidak semua stasiun TV/Provider "rela" siarannya ditonton gratis. Umumnya mereka mengenkripsi siarannya secara digital dengan sistem acak. Service pengacak yg populer digunakan adalah Seca/MediaGuard, Nagravision dan ViaAccess. Nah Astro dan BlueKiss adalah contoh siaran-siaran yg diacak. Kalau Astro di Satelit MeaSat1 sedang BlueKiss di satelit AsiaSat3S.

Nah, bagaimana caranya menonton siaran yg terenkripsi seperti ini? Ada 3 cara yg umumnya dipakai. Yg pertama menjadi pembeli kartu langganannya. Kartu ini semacam SmartCard dengan chip yg dimasukkan ke Reader Slot di Receiver (tidak semua receiver memiliki slot kartu). Otomatis harus membayarkan sejumlah uang untuk biaya berlangganan. Yg kedua dengan memasukkan kode2 key di receiver tiap bulan atau pada saat siaran sudah diacak. Umumnya service enkripsi untuk tiap Channel akan merubah kode2 key tiap bulannya. Dengan memasukkan key yg bisa didapat dr penjual parabola atau di internet maka kita dapat menonton beberapa channel secara gratis. Problem nya, metode enkripsi Seca2 dari Astro belum dapat di track algoritma nya untuk dapat mengenerate key tiap bulannya dan posting2 key satelit di Internet sekarang adalah terlarang dan dapat dituntut secara hukum (well, bukan berarti tidak ada sama sekali). Cara yg ketiga adalah upgrade Firmware. Firmware itu software internal dari perangkat receiver. Pada saat pembelian receiver, dipastikan bahwa merk tersebut cukup aktif memberi update firmware. Firmware terbaru akan memiliki kode2 key dan fitur2 terbaru. Ini memungkinkan receiver menangkap siaran2 yg teracak.

Bagaimana dengan fenomena BlueKiss? Sebenarnya penggunaan parabola untuk menangkap siaran2 porno telah dimulai dari mulai parabola analog (yg mirip saringan itu) sejak akhir tahun 80. Trend transmisi digital kemudian merubah teknologi parabola menjadi digital (parabola lingkaran solid). Siaran2 itu ada yg dapat ditangkap secara bebas dan ada yg harus berlangganan. Peluang ini yg kemudian dimanfaatkan beberapa penyedia parabola untuk menarik langganannya. Pola pengiklanannya sendiri sebenarnya sangat transparan, baik di Media Massa (gw sudah melihat dr 2004 awal di Media Indonesia dan Kompas secara reguler) atau internet (iklan baris). Kalau memang ini sudah berlangsung lama, mengapa baru ramai dan diusut oleh kepolisian sekarang? nah itu yang gw juga tidak tahu.

Untuk pengamanan dari konsumsi anak2 di rumah, sebenarnya receiver mempunyai kemampuan untuk melock suatu channel dengan password. Hanya yah itu, seperti halnya media porno lainnya (VCD, DVD, Video) ini tidak lepas dari peran orang yg menggunakannya. Dari liputan kupas tuntas sendiri, salah seorang penjualnya mengatakan bahwa penjualan dari BlueKiss tidak terlalu menguntungkan. Dengan untung 50 - 100rb per pelanggan/tahun, kemungkinan complain dari pengguna karena kartu rusak, channel hilang, atau hal lain sangat besar. Tapi entah yg sebenarnya bagaimana.

Seperti halnya semua media teknologi yang memiliki sisi kontroversialnya, Parabola bisa dijadikan media belajar yg baik. Bagi yang suka ngoprek atau orang radio amatir, tracking satelit bisa jadi mainan yg menyenangkan. Bagi yang ingin belajar bahasa tertentu atau ingin menonton film drama tertentu yg belum disiarkan disini, amat bisa. Dan berbagai hal lainnya. Kl gw pribadi suka karena di salah satu satelit memiliki siaran Radio yg lengkap per kategori (seperti di Yahoo Launch Cast). Jadi bisa mendengarkan music Jazz, Classics, 90’s Big hits secara lebih nyaman. Dan tentunya kalau sedang bosan bisa lgs switch untuk menonton FashionTV hehe.

Leave a Reply