Menanti hentakan Paul Gilbert di Jakarta
Bila tidak ada halangan pada 13 Juli 2005, Jakarta akan dihentakkan oleh sang "Guru" Paul Gilbert. Berbeda dengan kunjungannya terdahulu yg bersifat terbatas dan acara couching gitar, Gilbert datang ke Indonesia dalam rangka promo tour keliling dunianya(Paul Gilbert World Tour 2005).
Mungkin publik umum lebih mengenal groupnya terdahulu, Mr. Big, atau gitaris-gitaris terkemuka lainnya seperti Santana, Slash, Yngwie Malmsteen, atau sang legenda Jimi Hendrix. Tapi Paul Gilbert adalah fenomena tersendiri. Gw mulai "tersentil" teknik bergitar nya melalui Street Lethal, hasil project bersama di Racer X (Thanks to Adi Susilo di malam2 bergadang di Lab. PLN ITB), lalu gitar solonya di Frenzy dan Y.R.O (Ekspresi instrumental keras dari karya Perpetual Motion nya Niccolo Paganini).
Project berikutnya dari Paul Gilbert adalah Mr. Big. Bersama Billy Sheehan, Pat Torpey (drum) dan Eric Martin (vocal) yg sukses secara komersil. Selepas itu Paul memulai karir solo nya. Satu langkah penting yg dia lakukan yaitu dia mempersatukan kembali Project Racer X dengan menghasilkan 2 Studio Album dan 1 Live Album (Album studio ketiga dalam proses penyelesaian). Bagi yg menyukai jenis musik yang cukup keras, cepat, dan "agak" berisik bisa jadi alternatif musik di kala hati sedang galau
Sebelum tour dimulai, Paul berkata "I DO have 3 pointy guitars. And that means ROCK". Welcome to Jakarta, Paul!