Film Review

Film apa yg bagus sekarang? gimana film nya? mungkin pertanyaan itu banyak diajukan pada hari senin, rabu dan weekend. Senin adalah hari nomat, hari kamis adalah clear wednesday adalah saat buy one get one free buat pemakai kartu citibank clear card, dan weekend adalah saat berbelanja DVD di glodok/Ambassador atau tempat perbelanjaan lain (paling tidak gw melakukannya pas weekend :)). Pernah mengalami situasi salah memilih film? Bila kita menonton DVD mungkin kita akan kecewa, mematikannya, dan melupakan 5000 rupiah yg sudah dikeluarkan (di Glodok 4000 rupiah skrg lho), hanya bila itu dialami di dalam bioskop, rasanya sayang harus keluar di tengah film apalagi bila kita nonton di Bioskop2 mahal. Well, itu tentu saja kl tujuan di bioskop utk nonton. Kl ada tujuan2 lainnya (terutama utk yg berpasangan) bisa diabaikan komentar itu :)

Baru beberapa hari yg lalu ada teman yg mengomel setelah menonton Open Water di Bioskop. Beberapa hari sebelumnya komentar yg sama juga ditujukan utk film The Jacket. Mereka menyatakan kekecewaannya setelah menonton film2 tsb. Gw sendiri belum pernah menonton keduanya, hanya saja cukup tergoda melihat trailer dari Open Water yg sangat persuasive (dan kemudian berpikir dua kali utk menontonnya, bahkan utk membeli DVD nya sekalipun). Membeli DVD pun hal yg sama, memilih film yg bagus (apalagi setelah didepan tumpukan dan deretan semua film) mempunyai kesulitan tersendiri. Mungkin karena dr sisi nominal harganya yg tidak seberapa, ini tidak menjadi permasalahan besar.

Kriteria bagus atau tidak nya suatu film adalah subjektif. Satu film dianggap bagus oleh orang lain, belum tentu oleh yg lainnya. Sebuah selera. Tapi bukan berarti tidak banyak film2 yg punya selera pasar umum. Gw biasanya sebelum menonton film menanyakan dulu dengan teman yg sudah menonton (dan berselera sama atau sudah kita tahu selera filmnya seperti apa), atau dengan melihat review2 yg banyak di internet. Salah satu site review-er yg paling sering gw jadikan referensi adalah IMDB. Dengan itu sudah cukup? ternyata tidak. Gw pernah "tertipu" dengan salah satu film Harold & Kumar Go to White Castle. Seorang teman menyatakan film ini bagus, dan review di IMDB nya juga tidak terlalu buruk. Gw dan bini hanya bisa termenung setelah film usai, menanti bagian lucu nya dari film komedi ini. Hal yg paling teringat dari film ini mungkin hanya bahwa gw tertawa karena satu bagian di film ini (disaat Harold & Kumar menaiki macan), menertawakan diri gw (sebenarnya lebih mengasihani) yg telah menontonnya sampai selesai dan ingatan atas hamburger mini yg ada di satu bagian film (kelihatannya enak sekali). Mungkin ini sekali lagi adalah selera. Reviewers di IMDB mayoritas adalah orang western yg (untuk beberapa hal) selera humor nya tidak sama dengan gw. Karena itu gw sering menggoda teman gw yg memberi rekomendasi bahwa dia memiliki selera film orang barat :)

Bagaimana dengan DVD? dulu ada saatnya dimana gw memilih film dengan melihat berapa banyak logo palem yg ada di cover depannya. Beranggapan bahwa film itu memenangkan kategori2 tertentu di penghargaan internasional, entah itu Academy Awards (Oscar), Golden Globe Awards, Cannes Film Festival Awards, The People’s Choice Awards, MTV Movie Awards, The Golden Raspberry Award dsb (baca: Movie Awards: What Do They Mean) maka ada jaminan bahwa film tersebut merupakan film2 bagus. Hanya hati2. Gw beberapa kali menemukan bahwa ada film2 yg juga mencantumkan logo The Stinkers Awards (penghargaan untuk film terburuk) atau beberapa penghargaan terburuk lainnya yg tidak berhubungan. Mereka tidak berbohong dengan mencantumkan award itu, hanya buat yg mengharapkan film itu merupakan film bagus tentu jadi kecele.

Satu lagi yg biasanya gw lihat di cover sebuah film adalah review. Di beberapa film terdapat tulisan komentar mengenai film tersebut dari pihak ketiga. Misal "Thrilling and breathtaking" by RollingStones Magazine, "One of the best movie 2005" by Chicago Sun Time, "An Exceptional movie" by Siskel & Ebert dll. Gw pribadi sangat percaya dengan film2 yg diberi predikat bagus oleh Siskel & Ebert (lalu menjadi Ebert & Roeper setelah Gene Siskel meninggal di tahun 1999). Dan sejauh ini film2 yg gw tonton dengan berbekal reviewnya Siskel & Ebert sangat memuaskan selera gw. Sekilas tentang Roger Ebert, dia adalah orang pertama yg mendapatkan Pulitzer untuk kritik film dan mendapat beberapa penghargaan baik untuk acara TV nya, Artikel di koran, Buku atau publikasi lainnya tentang kritisasi film. Beberapa reviewer film yg bisa jadi pertimbangan juga seperti Joel Siegel (ABC & Good Morning America), Pauline Kael dll.

Dengan berbagai referensi itu juga belum cukup? coba cek dulu di Movie Review Query Engine, website ini mencuplik review diberbagai media massa di US, review di internet ataupun para kritisi film dalam satu website. So majority votes rules, kita bisa memperkirakan bila mayoritas bilang bagus yah bisa dipastikan film itu bagus :)

So happy nomat today :) … MADAGASCAR!!

2 Responses to “Film Review”

  1. Eka Says:

    Dwi, ikutan bole ya…
    Gw istrinya Kelly. Cm mo ksh info, Open Water itu, bukan film bagus buat yang ngarepin ending yg asik. Gw wkt nonton jg ‘tergebok’. Bukan krn kejelekan filmnya, tp karena gw expect too much ttg nasib si tokoh di situ. Film itu independen kl gak salah (based on true story jg, dgn akhir yg di-alter), bukan dibikin sama pemodal besar. banyak koq yg ksh pujian ttg keberhasilan itu film, despite budget yg kecil. Walopun gw sebel sama film ini, tp gw bisa bilang kalo dia cukup bagus, karena si pemain bisa bikin kita ngrasain apa yg mereka rasakan(palagi bwt gw en Kelly yg lg bercita2 ambil sertifikasi diving..:P).
    Perasaan gw abis nonton Open Water sama kayak abis nonton 12 monkeys deh. ‘O iya, kl gw sih suka liat review film dr M2 ato cinemags. Lumayan bwt guidance jg..
    OKlah, salam bwt istri en anak yah..

  2. Dwi Says:

    Hai eka! pa kabarnya nih :) Thank you buat infonya yah. Iya, utk openwater gw sebelumnya sudah baca resensi ttg film itu. Bahwa film itu kisah nyata, dibuat dgn budget ketat (hanya berapa ratus ribu dollar katanya) dan merupakan film independen yg sukses secara komersil.

    Mungkin karena expektasinya gw seperti Jaws atau Deep Blue Sea yah makanya sudah segan duluan jadinya (Yg ditekankan sama teman gw itu, hiu nya yg malu2 muncul sampai akhir film hehe), hmm dgn input dari Eka, sepertinya gw tertarik utk membeli. Btw kl 12 Monkeys itu gw suka banget! (yah dengan ending seperti itu sekalipun :)).

    Sertifikasi diving? Yg recreational scuba atau technical diving nih? wahhh kl technical diving oke banget tuh. Ntar gw ama bini bisa latihan sama kalian :) Cheers

Leave a Reply