Econo-Physics

Diluar kontroversi tema yg disajikan oleh buku Da Vinci Code, gw banyak mendapatkan inspirasi2 dari beberapa kajian Dan Brown. Salah satu yg menarik perhatian dan gw coba utk mengexplore lebih dalam adalah tentang deret Fibonacci. Deret fibonacci adalah sederet angka-angka, dimana tiap angka di baris itu merupakan hasil penjumlahan dari 2 angka sebelumnya. Jika 2 angka pertama dari deret tersebut adalah 0 dan 1, maka angka ketiga adalah 0+1=1, angka berikutnya 1+1=2, dan seterusnya hingga didapat deret seperti:
0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144 …

Detail mengenai asal usul penjelasan matematisnya secara sederhana dijelaskan disini: Fibonacci

Yang menarik bahwa seluruh objek benda dalam alam mengikuti pola ini. Contoh sederhana yg paling sering diambil adalah bahwa jumlah helai bunga selalu mengikuti deret Fibonacci. Entah itu 8,13,21 atau seterusnya.
Dua site ini bisa memberikan gambaran 
Fibonacci pada bunga dan Fibonacci di alam

Temuan-temuan membuktikan bahwa deret Fibonacci ini menjadi dasar dari bentuk-bentuk spiral di alam yg umum kita kenal: pada kerang, angin topan, riak air, bentuk galaxy, hingga Rantai DNA.

Deret fibonacci ini bagian dari begitu banyak temuan alam yg diformulasikan (biasanya dalam bentuk formula matematika atau fisika), yg lalu digunakan dalam berbagai applikasi dan teknologi modern. Hukum newton dan termodinamika mungkin contoh yg sederhana bagaimana bentuk matematika itu bisa diturunkan dalam bentuk teknologi nyata (Kendaraan, Kulkas, AC dll). Gw berpendapat bahwa hal ini juga berlaku untuk semua aspek bidang: Ekonomi, Sosial, Budaya dan kemasyarakatan. Alam adalah keharmonian dan kesempurnaan. Sistem yg manusia buat secara tidak langsung mereplikasi salah satu komponen alam (atau lebih) untuk menuju keharmonian tersebut. Contoh sederhana adalah Hukum newton tentang Aksi - Reaksi. Dikatakan bahwa sebuah benda yg memberikan gaya kepada benda yg lain akan mendapatkan gaya reaksi yg sama dengan arah yg berlawanan. Dalam tatanan Sosial kemasyarakatan, Hukum aksi - reaksi ini tentu banyak dilihat. Dalam bidang Ekonomi yg paling nyata adalah kemiripan dengan hukum permintaan dan penawaran atas barang. Tapi ini contoh nyata yg menarik yg gw temukan adalah tentang Cisco - Ciena - Cyras (ketiganya adalah perusahaan jaringan komputer) dan berbagai terapan lainnya dari Hukum newton ini. Uniknya itu semua hanya diawali dengan buah apel yg jatuh ke kepalanya.

Dalam kaitannya dengan bidang Ekonomi. Gejala ini bisa dikatakan sebagai natural econo-physics. Gejala dan perilaku komponen Ekonomi yg merefleksikan (bukan di refleksikan) hukum-hukum alam. Beberapa yg terbayang di kepala gw sekarang adalah tentang kesetimbangan reaksi kimia dan hukum kekekalan energi. Kesetimbangan kimia memberi penjelasan bahwa reaksi2 kimia yg melibatkan 2 unsur atau lebih akan menghasilkan suatu produk hasil dimana kesetimbangan akan terjadi bila perubahan yg dilakukan di kedua sisi (unsur dan produk hasil) tidak akan lagi mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.  Bila dibuat dalam bentuk grafik, bisa dikatakan berbagai gradien (kemungkinan hasil dari proses per satuan waktu) akan mendekati suatu titik dimana kesetimbangan terjadi. Analisa2 ekonomi, khususnya dengan kaitan analisa manajemen resiko, perkiraan nilai portofolio dimasa depan, menggunakan metoda pendekatan dan simulasi seperti ini (salah satu yg sedang gw dalami adalah dengan metoda Monte Carlo)

Menurut hukum kekekalan energi, energi itu tidak bisa diciptakan, dan hanya berubah bentuk dari satu ke yg lain. Bila melihat kondisi perekonomian dunia beberapa ratus tahun terakhir, memang sepertinya arah kesejahteraan umat manusia itu tidak pernah merata. Seperti halnya energi yg tetap (nilai kesejahteraan), kesejahteraan ini hanya berubah bentuk. Di satu belahan dunia tingkat kesejahteraan meningkat, di belahan dunia lain tingkat kesejahteraan menurun. Keadaan perekonomian di satu negara yg terlalu menguat (contohnya China) akan menyebabkan perekonomian negara lain yg melemah. Jadi memang perlu dibuat harmonisasi yg cukup berimbang hingga kesejahteraan umat manusia tercapai. Problematikanya, banyak faktor2 yg mencampuri kesetimbangan ini terjadi. Terutama adalah sifat2 manusia yg satu terhadap yg lain. Hal ini yg menyebabkan perekonomian berimbang tidak pernah terjadi.

Oleh karena itu sangat senang dengan solusi perdamaian dan perekonomian dunia yg ditawarkan oleh StarTrek. Alkisah dengan datangnya bangsa Vulcan (StarTrek: First Contact), umat manusia menyadari bahwa mereka tidak sendiri di alam semesta. Ini membawa pandangan baru tentang arti kemanusiaan. Umat manusia yg tadinya melihat satu sama lain dengan batasan ras, keturunan, agama, dan berbagai perbedaan lainnya, merasakan bahwa mereka satu umat manusia dengan kepentingan yg sama. Teknologi Replikator untuk membuat benda termasuk bahan makanan mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Perekonomian tradisional menjadi hilang dengan adanya ini. Kualitas hidup manusia akan meningkat karena kebutuhan dasarnya terpenuhi (lihat: Maslow Hierarchy of Needs), perekonomian tidak lagi mengenal uang, dan yg dicari oleh manusiaadalah bagaimana meningkatkan derajat kehidupan secara menyeluruh.

Gw tidak berpikir jauh bahwa akan ada Alien yg bersahabat datang ke Planet Bumi. Hanya gw berpikir dengan perkembangan teknologi saat ini, kita dapat berharap 50 - 100 tahun kedepan teknologi Fusi akan ditemukan agar teknologi Replikator seperti di Star Trek dapat diwujudkan. Penjelasan sederhana dari Teknologi Fusi adalah seperti ini. Kita mengenal teknologi Fisi dalam Bom Atom/Nuklir. Atom uranium ditembak menjadi Energi ledak yg dahsyat. Artinya Materi menjadi Energi. Dalam fusi adalah kebalikannya. Kita menggabungkan dua atau lebih entitas (atom, energi dll) menjadi suatu materi. Artinya bila kita sudah mengetahui struktur atom dari sebuah Roti Floss Sapi, dengan menggunakan energi dan teknologi Fusi kita bisa menyusun rangkaian atom menjadi Roti Floss Sapi. Bayangkan bila ini digunakan untuk memproduksi berbagai bahan pangan yg dibutuhkan.

Nilai lebih dari teknologi ini adalah bahan bakar nya adalah unsur Helium (seperti halnya di permukaan Matahari). Unsur yg ditemukan berlimpah pada 2/3 permukaan bumi: Lautan. Hal ini berarti segala permasalahan ekonomi dunia (termasuk masalah sosial-politik: perang, konflik dll) yg umumnya dipicu oleh Energi Fossil (Minyak bumi, Gas dll), mungkin tidak akan terjadi. Karena sumber energi Fossil sudah tidak relevan dibandingkan sumber energi baru ini.

Akankah kita cukup umur utk merasakan masa itu?

Leave a Reply