Waktu (1)
Sudah awal minggu kembali. Time passes so fast. Akhir2 ini terutama sering sekali terasa, lho bukannya gw melakukan hal ini-itu baru saja kemarin. Ternyata sudah seminggu yg lalu. Atau saat melihat suatu acara TV, seakan2 baru beberapa hari yg lalu disiarkan tp ternyata sudah lewat seminggu.
Ada yg bilang waktu akan berjalan lambat bila melakukan hal2 yg kurang menyenangkan (biasanya menunggu dijadikan pilihan utama untuk ini) dan berjalan cepat bila melakukan aktifitas menyenangkan (biasanya diikuti dgn pernyataan semacam "ngga kerasa yah", "cepat banget" dll). Bagaimana dgn rutinitas harian. Tiga tahun terakhir ini sejak menjadi pekerja rasanya waktu lebih cepat berlalu. Bangun pagi - Kantor - pulang - istirahat - tidur (plus mungkin beberapa aktifitas diantaranya). Apakah waktu yg berjalan lebih cepat, atau kita yg menjalaninya yg membuatnya terasa cepat? kita berjalan seiring dengan waktu atau waktu yg berjalan kearah kita?
Hukum mekanika adalah fungsi waktu bolak-balik (reversible). Hanya yg kita alami selama ini kejadian dari kiri ke kanan dan bukan dari kanan ke kiri. Roger Penrose, matematikawan inggris, mengatakan semua persamaan fisika simetris secara waktu. Semua persamaan itu bisa digunakan dr arah kiri ataupun dr arah kanan. Masa depan dan masa lalu seakan2 bisa terjadi pada saat bersamaan. Hukum newton, persamaan maxwell, hukum relativitas Einstein, persamaan Schroedinger tidak dipengaruhi oleh arah waktu yg kita ambil (bila kordinat t untuk waktu diganti dengan -t). E = mc2 akan sama dengan mc2 = E kapanpun waktunya.
Hukum Termodinamika mencoba memberi penawaran yg menarik tentang waktu: Entropi. Entropi adalah derajat ketidakteraturan suatu sistem. Suatu kejadian bisa dikatakan berada pada waktu "Yang lalu" atau "Yang akan datang" dari derajat entropi. Dikatakan bahwa Entropi dari "Yg lalu" akan selalu lebih kecil dari "Yang akan datang". Contohnya sebuah lilin yg dibakar. Keadaan "Yang lalu" adalah sebuah lilin padat setinggi 40 cm. Keadaan "Yang akan datang" adalah sebuah lilin meleleh dengan tinggi hanya 15 cm.
Satu hal besar dengan pemahaman ini. Bila sistem yg diambil lebih besar: negara, dunia, atau alam semesta misalnya. Masa yg akan datang tingkat derajat keteraturan sistem akan semakin kacau (entah itu ekonomi, sosial, budaya dll). Artinya memang dunia tidak akan lebih baik di masa2 yg akan datang
Pemahaman tentang waktu yg umum dan kita anut sekarang adalah perjalanan waktu berdasarkan sejarah (dengan adanya dokumen2 atau bukti pendukung). Masa lalu kita ketahui dari informasi masa lalu, masa sekarang kita ketahui karena sedang kita jalani, dan masa depan masih belum diketahui. Sejarah tahun 1920 merupakan bagian dari sejarah tahun 1950. Kejadian2 yang terjadi pada 1920 telah diketahui dan merupakan bagian dari sejarah tahun 1950. Waktu yg kita kenal bahwa informasi tentang "Yang lalu" merupakan bagian dari infomasi "Yang akan datang". Benar atau tidak pemahaman waktu selama ini?
Einstein memperkenalkan apa yg disebut dilatasi waktu. Fenomena ini menyatakan bahwa benda yg bergerak dalam kecepatan tinggi mengalami waktu lebih lambat dibandingkan benda yg tidak bergerak. Sehingga, menurut rumusan Einstein, apabila benda bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya perlambatan waktu yg didapat akan signifikan sehingga seakan-akan waktu tidak bergerak terhadapnya. Konsep ini yg nantinya menimbulkan ide tentang perjalanan waktu, wormholes, subspace (di Star Trek) atau time curve. Pada tahun 1975, seorang Profesor dari Universitas Maryland mengadakan percobaan dengan menggunakan Jam Atomic (lebih presisi dari quartz). Dua jam digunakan, satu di darat dan satu di terbangkan dengan pesawat selama beberapa jam. Uji coba dilakukan beberapa kali dan didapatkan hasil bahwa waktu yg berjalan di dalam pesawat lebih lambat dari yg di darat. Perbedaan waktu lebih baik didapat bila menggunakan objek yg semakin cepat.
Kalau memang waktu itu adalah besaran yg tetap, seperti halnya kecepatan cahaya atau besarnya Phi (22/7) kenapa nilainya bisa berubah secara relatif? Bila ditilik memang waktu yg kita kenal merupakan hasil kesepakatan (bahwa 1 detik itu sama dgn frekuensi jam atom cesium 9,192,631,770) dan bukanlah entitas hakiki yg terukur. Di hampir semua kitab keagamaan, waktu sering disebut dalam ayat2 yg menjelaskan tentang manusia dan kehidupan. Sebenarnya waktu yg seperti apa yg digunakan? Mungkin bila rahasia dari ayat2 kitab keagamaan ini terkuak disertai dengan bukti fisik seiring dengan berjalannya zaman (seperti halnya tentang Matahari sebagai pusat tata surya, rotasi bumi dan bulan dll) akan didapat rahasia terbesar umat manusia. Segala batasan akan waktu dan permasalahannya (yang hampir semua umat manusia mengalaminya) mungkin bisa diatasi. Kalau begini berarti jam tangan bisa dihilangkan sebagai aksesoris umat manusia. Mungkin saat itulah saat nya gw bisa mampu untuk membeli Tag Heuer Chrono secara murah!
Comment:
Keren Yaks!



April 12th, 2005 at 6:10 am
Dwi,
Cuman berkunjung and say hi
Serius banget nulisnya
Keep on writing
Cheers
April 20th, 2005 at 2:09 am
hehe curhatan hati dan semuanya yg terngiang2 di kepala muf
thanks for the visit yah