Waiting for the BIG day
Waktu 9 bulan begitu cepat berlalu. Bila tidak ada halangan, Insya Allah besok gw akan jadi Bapak (wah menulisnya saja gw merinding). Natia akan melahirkan putri pertama kami di RS Bunda besok pagi. Trimester pertama yg penuh kebingungan (istri mual dan muntah, dan sang suami yg tak tahu harus berbuat apa2), Trimester kedua yg tenang dan damai, dan Trimester ketiga yg penuh dengan belanja segala macam kebutuhan bayi.
Hal yg luar biasa melihat suatu bentuk kehidupan berkembang dr tidak ada hingga lahir di dunia. Kebetulan karena natia dokter, dan (katanya) para dokter disumpah bahwa rekan sejawat merupakan saudara, jadinya pada saat pemeriksaan dokter rutin kita bisa USG n checking free of charge (kecuali biaya obat). Hanya yg menggemaskan itu, sampai sekarang gw tidak bisa melihat muka si bayi. Ada aja caranya untuk bersembunyi biar tidak terlihat mama-papa nya. Dari usia 5 bulan, setiap USG entah dia menghadap kebelakang, menunduk, tengkurap atau nungging, untuk menyembunyikan dirinya. Saat usianya mulai 8 bulan karena sudah terlalu besar untuk bersembunyi, sang bayi melakukan taktik baru. Pada saat kita di ruang tunggu dokter, biasanya sang bayi heboh bergerak-gerak (mungkin sedang memposisikan dirinya) tp berhubung sudah terlalu besar mungkin sudah tidak ada tempat lagi. Pada saat USG, Natia n gw cuma bisa tertawa melihatnya. Dia menutup mukanya dengan tangan yg bersila. Jadilah sampai sekarang gw belum bisa melihat mukanya. Entah ingin memberi kejutan utk papa mama nya atau sekedar memberi pesan bahwa memang tidak ingin jadi foto model atau artis bila sudah besar
Satu kesibukan lagi yg kita lalui selama ini adalah: memilih nama. Memilih nama ini susah-susah gampang. Gampang, karena ada banyak sekali referensi yg bisa digunakan dari mulai buku sampai internet. Susah, karena ternyata dengan segala referensi itu pun mencari nama yg sreg (ini saja sudah susah) n disetujui kedua belah pihak (kl yg ini gimana bisa ngerayunya :)) lalu harus meramunya menjadi doa dan makna dari nama itu. Gw makanya senang kl ada teman2 yg baru punya anak. Begitu kreatifnya mereka! Apa mereka juga melalui fasa bingung seperti ini yah. Jadi ada informasi tambahan nama2. Kl diperhatikan nama2 anak jaman sekarang itu memang bagus2 dan lebih bervariasi. Tidak seperti jaman gw dulu
Kalau mau gampang sepertinya tinggal minta saran dari eyang atau kakek/nenek nya. Tapi kok kayaknya orangtuanya ngga kreatif buat nama hehe. Gw n Natia sih sebenarnya ada beberapa kriteria utk nama. Pertama, semua sumber nama dari berbagai bahasa, indonesia, barat, arab, sansekerta sampai yunani dipakai n kita pengennya bisa merangkai nya jadi kalimat yg arti nya bagus. Kedua, (mungkin karena ego yah) kita ingin nama anak itu sebagai rangkaian nama orang tuanya. Untuk yg kedua ini yg tantangannya cukup berat. Ternyata kombinasi Dwi n Natia cukup sulit tanpa ada penambahan kata tambahan. Dua kombinasi yg paling masuk akal, tp ternyata di veto oleh kita berdua karena pengin nama yg unik n tidak pasaran (hehe sekali lagi ego orangtuanya)
Wina = dWI NAtia
Tiwi = naTIa dWI
Beberapa masukan dari teman2 terutama menambahkan kata2 semacam, putri (Triwina = Putri Dwi Natia), cinta (Ditia, Winata = Dwi Natia Cinta) etc sampai memakai kata bahasa perancis, sansekerta dll jadi masukan yg baik (thank you all!). Pokoknya semua sudah dilist sampai hari H diumumkan resmi namanya
Minta doanya yah untuk kelancaran semuanya besok!