Film kartun

Pagi ini teman kantor gw bercerita tentang film anime yg pernah gw ceritakan kepada dia… Golden Boy!! Dan pendapatnya setelah selesai menonton film inipun sama, bahwa film ini sangat lucu dan ancur banget. Salah satu anime terbaik dari sekian banyak hasil tontonan dengan teman2 kos di minggu pagi dikala kuliah dulu. Salah satu yg cukup lucu dan kurang lebih membawa tema yg sama adalah Love Hina. Tema dan cerita yg dikemas dengan alur baik dengan bumbu2 dewasa. Ini mengingatkan gw sebuah artikel di kompas beberapa hari yg lalu (Film Kartun Tak Identik dengan Film Anak) mengenai film kartun sebagai hiburan yg perlu diwaspadai karena pengaruhnya secara content and visual. Golden_boy_a1024_3 Dikatakan bahwa banyak film kartun diseluruh TV Swasta sebenarnya tidak layak untuk dikonsumi oleh anak usia SD atau bahkan SMP (kecuali Metro TV soalnya memang belum ada acara khusus untuk anak2). Hal yg sama pernah diutarakan di beberapa surat pembaca di harian ibukota, terutama mengenai protes atas penayangan animasi GTO (Great Teacher Onizuka) di Animax.

Kalau dipikir, memang sebenarnya tidak ada aturan yg mengatakan bahwa film kartun diperuntukkan untuk anak2. Pendidikan era berjalannya TVRI sampai TV Swasta mungkin yg menyebabkan itu (tontonan TVRI tempo dulu umumnya tersensor secara baik dan edukatif). Dan asumsi yg sama gw pikir juga berlaku untuk komik. Seperti halnya film kartun, komik pun sebenarnya tidak bisa dikatakan konsumsi hanya anak2. Oleh karena itu bukan jaminan, orangtua yg melepas anak2nya kebagian komik di toko buka menyatakan aman dr entah itu pornografi, kekerasan atau berbagai pola pikir lainnya yg tidak sesuai dengan pendidikan orangtua.

Love_hina_1Berkiblat dari Jepang, pembaca manga dan penonton anime juga melibatkan orang2 dewasa. Mungkin karena industri hiburan ini telah dimulai dr berpuluh tahun yg lalu. Mereka yg tadinya penyuka manga/anime sejak kecil, setelah dewasa dan punya anak pun tetap mencari hiburan yg sama. Untuk pasar seperti mereka pulalah maka para penerbit membuat hiburan2 yg "semi" atau full (Hentai, Jav). Biasanya ini diberi label ECCHI atau Kategori III. Hanya kemudian ini kemudian menjadi konsumsi untuk umum. Komunitas yg sama mungkin akan tercipta 10 tahun kedepan di Indonesia, generasi penikmat Manga dari mulai Candy2, KungFu Boy, MaryChan dll , bacaan seperti Tintin, Asterix, Tanguy&Laverdule dll dan Doraemon tentunya. Mudah2an karena orangtua nya lebih mengerti nanti bisa tahu mana2 yg cocok untuk anak2 mereka.

Berikut list Manga n Anime terfavourite sepanjang masa

Manga: KungFu Boy, Love Hina, One Piece, Slam dunk, dan Boy Action

Anime: Tenkuu no Escaflowne, Ah! My Goddess, Golden Boy, Rurouni Kenshin, Neon Genesis Evangelion, Macross (original Version), Slayers dan Trigun

2 Responses to “Film kartun”

  1. Yunan Says:

    Tui nambahin dikit. Ada satu nama yang selalu menjadi panutan di dunia ini setiap kali berbicara masalah japanese anime. Dia adalah Hayao Miyazaki, orang yang sering disebut sebagai salah satu animator terhebat Jepang sepanjang masa. Melalui perusahaannya Studio Ghibli, dia mengeluarkan banyak film-film animasi layar lebar yang tidak hanya populer di Jepang tapi di seluruh dunia. Film layar lebarnya “Spirited Away” bahkan berhasil memenangkan piala Oscar 2002 untuk kategori “Best Animated Picture” mengalahkan film-film karya Disney, Pixar dan Dreamworks yang biasanya selalu langganan memenangkan kategori ini. Artikel yang satu ini cukup bagus untuk mengetahui lebih jauh mengenai Hayao Miyazaki :
    http://global.yesasia.com/en/mc/-/88VVFge0q7/featureArticle.aspx/articleId-3/section-anime/code-c/version-all/

  2. tia(tomboy) Says:

    hahahahahah….:)

Leave a Reply