Diamonds are forever?

Minggu ini beberapa berita baik datang ttg pernikahan teman2 baik gw dan istri. Dan sepertinya pengalaman pernikahan itu ibarat pengalaman kakak kelas di kampus yg dihubungi adik kelas untuk mencari info ttg buku kuliah, contoh ujian, sampai karakter tiap dosen. Hampir tiap malam ada saja telepon khusus untuk sesi diskusi seputar persiapan pernikahan. Salah satu yg paling memusingkan, yah apalagi kalau bukan memilih cincin kawin. Bila pasangan yang menggunakan sepasang cincin tunangan, dan satu cincin kawin (utk wanita) mungkin lebih mudah. Cincin tunangan yg dipilih bisa yg sederhana dgn bahan dari mulai platinum, emas kuning, atau emas putih. Tanpa mata berlian atau tidak. Sedang untuk cincin kawin, oleh karena hanya melibatkan satu pihak, kemungkinan akan merupakan fungsi besarnya karat berlian :)

Diamond3 Lain bila cincin tunangan dan cincin kawin sepasang (atau dua pasang). Akan memakan waktu untuk mencapai pilihan dan selera kedua belah pihak. Dari pengalaman, mencari cincin tidak hanya begitu saja datang dan membeli. Memilih model, berat berlian (bila memakai mata batu), hingga ukuran merupakan proses yg unik. Tempat dari mulai Felice, Frank&Co, Dee Chan dsb menawarkan berbagai cincin kawin. Tetapi menurut gw dan istri, Cikini dan Melawai tetap pilihan terbaik utk hunting. Faktor harga, ragam pilihan dan fleksibilitas tawar menawar memang selalu melekat :)

Berikut sekedar tips utk mendapatkan cincin kawin dengan harga kompetitif:

1. Bila sudah mendapatkan cincin yg cocok, selalu membandingkan harga di toko lain. Biasanya toko lain juga memiliki cincin sejenis. Cincin dengan desain asli dr hongkong biasanya jauh lebih mahal dan biasanya hanya toko besar yg mengambil dan menjualnya (Salah satu toko di Melawai yg namanya Ka**em). Nantinya desain cincin ini direplikasi secara sempurna untuk dibuat versi murahnya. Jangan salah, kualitasnya sama. Rangka nya tetap rangka Hongkong (konon indonesia belum bisa membuat rangka cincin sendiri) yg berat emasnya kita yg menentukan, berat berlian juga terserah kita. Kita hanya tidak perlu membayar biaya riset untuk desain (kurang lebih sama dengan membajak. Seperti membeli DVD di indo lha :)) Tentunya model terbaru yg belum memiliki replika akan dijual sangat tinggi.

2. Teliti memilih berlian. Kriteria berlian yg bermutu harus memenuhi 4C. Color, Clearity, Carrat dan Cut. Color dan clearity bisa terlihat kasat mata atau dengan kaca pembesar yg disediakan. Berlian yg mahal adalah yg bening dan tidak berwarna. Umumnya berlian di indonesia (berlian kalimantan) berwarna kekuningan. Yg terbaik dari Afrika. Carrat tentu saja ukuran beratnya, dan cut180pxideal_cut_dm   adalah potongan. Potongan yg baik mempengaruhi bentuk, banyaknya sisi dan kecemerlangan berlian. Ini kaitannya dgn refleksi cahaya didalam berlian. Potongan ini tergantung dr pengrajin berlian. Jadi selalu berhati2 memilih berlian yg dibeli, apalagi bila cincin dibuat berdasarkan pesanan. Pastikan berlian yg dipasang adalah benar, dan kualitasnya baik. Mungkin akan ditemukan orang yg menawar2kan khusus berlian dr toko ke toko dgn harga murah. Biasanya yg dijual adalah berlian berwarna atau cacat, jd bisa dihindari. Salah satu penjual berlian dgn harga n kualitas amat bersaing adalah toko ca*******i di Cikini.

3. Selalu lakukan perincian harga bila membuat cincin. Rincian harga akan terdiri dari berat emas rangka (berat dikalikan harga/gram), harga berlian, dan ongkos kerja. Ongkos kerja antara 200 rb - 500 rb tergantung toko. Jadi pastikan variabel yg lain benar (harga/gram sesuai harga pasaran saat itu, harga berlian sesuai dgn kualitas dan carrat). Keluarkanlah segala kemampuan tawar menawar dalam hal ini :)

4. Carilah toko yg baru buka (dalam artian benar2 baru buka di daerah itu). Dari hasil obrolan2 awal, biasanya akan tahu toko yg baru buka atau tidak. Biasanya mereka akan memberikan harga yg spesial untuk mendapatkan langganan. Ingatlah lebih dari 75% pembeli perhiasan termasuk berlian adalah loyal buyer dan akan kembali bila merasa puas dengan kualitas. Selain dr penjualan, pemasukan yg signifikan dr toko ada tukar tambah (artinya saya skrg beli X, dijual 2 bulan kemudian dengan X - (20%.X), lalu beli baru lagi seharga X). Jadi jadilah calon pelanggan yg dianggap potential dengan membeli di toko baru :)

Umumnya komponen termahal untuk cincin kawin itu harga berlian (bila cincin Diamond2_1 menggunakan batu mata). Yg menarik di majalah Times beberapa waktu yg lalu menampilkan header yg sangat menarik perhatian gw "Is this the end of 62 Billion dollar business?" Dijelaskan bahwa research di dalam pembuatan berlian didalam lab telah mencapai tahap yg cukup sukses. Pembicaraan dan kontroversi atas temuan ini dan pengaruhnya secara lgs ke bisnis berlian (yg dimonopoli oleh De Beers) menjadi diskusi. Yg cukup menarik yg dilakukan oleh BBC (http://www.bbc.co.uk/science/horizon/1999/diamonds_script.shtml dan http://www.bbc.co.uk/science/horizon/2004/diamondlabstrans.shtml). Memang masih masih ada sanggahan ttg keindahan dr berlian buatan ini. Hanya ini tentunya hanya tinggal menunggu waktu sampai "The perfect Diamond Replication" tercipta. Masalahnya selama ini bisnis berlian adalah bisnis ilusi. Kelangkaan dan keindahannya itu yg membuatnya mahal. Bila berlian sudah diproduksi massal dan dapat dibeli ditoko retail mungkin kita harus berpikir ulang untuk memasukkan berlian sebagai media investasi. Dan yg jelas apakah slogan "A Diamond is forever" tetap berlaku?

One Response to “Diamonds are forever?”

  1. Tiffany & Co Jewelry Says:

    Diamond are forever and ever that’s true lo tapi gimana dengan cinta-nya sama dengan diamond last forever juga?….he he he he…..

Leave a Reply