Turut berduka utk musibah Nias

Setelah 2 hari off (dan 1 hari ngga bisa access blog friendster) akhirnya bisa online kembali. Turut berduka cita atas para korban musibah gempa bumi dan Tsunami di Nias dan beberapa bagian Sumatera Utara. Semoga amal ibadah yg wafat diterima di sisi-Nya dan yg ditinggalkan diberikan ketabahan.

Ada apa sebenarnya dgn negara kita ini, terutama setahun terakhir. Seakan-akan bencana tidak ada akhirnya. Sudah negara miskin, kena bencana terus lagi. Apa benar kata bang Ebiet bahwa ini peringatan Tuhan atas perbuatan umat-Nya? tapi kenapa yg terus diberikan cobaan justru orang2 yg notabene kurang mampu dan bukan para koruptor2 itu. Mungkin karena Tuhan menganggap mereka tabah? yah entahlah, hal2 semacam ini sudah masuk ke zona keimanan dan keyakinan atas kehendak-Nya. Sekali lagi kata bang Ebiet, bertanyalah pada rumput yg bergoyang.

Kl meluangkan waktu untuk nongkrong di warung2 atau minggir utk makan di warteg, topik yg hangat tentu ttg kenapa dulu memilih SBY menjadi presiden. Dari mulai pendukung SBY yg jelas2 menyatakan kekecewaannya, sampai jurkam partai lain yg bikin suasana panas dgn segala informasi2 ttg SBY yg tdk jelas juntrungannya. Memang sih kl ditilik dari namanya yg Yudho-yono, diambil dari kata (perang) Bhara-Yudho, pemerintahan SBY sptnya akan penuh dengan perang (dalam artian bencana, - dan mudah2an tidak ada - hura hara). Mudah2an sih nantinya ada fasa resurrection (ngambil ide dr anime jepang Evangelion - ini anime plg sakit yg pernah gw tonton) bahwa setelah fasa kehancuran total (titik nol) akan kembali kearah keharmonian … Amin.. Atau mungkin sebagai bahan pertimbangan Pak SBY ini bisa mengikuti jejak artis2 yg lagi trend yaitu melakukan ruwatan :) mungkin saja ki Jokopodo atau paranormal lainnya itu punya kekuatan yg cukup untuk membuat aura negatif dan memberi aura positif kepada Pak SBY dan indonesia hehe

Hahaha, kenapa kl ingat keharmonian gw selalu ingat ttg Nadya Hutagalung. Gw selalu ketawa melihat iklannya di TV  ttg produk pengurusan badan itu (Eksim? Exim? Maxim?). Di iklan dia bercerita bahwa dia bisa makan enak sebanyak mungkin tanpa perlu khawatir menjadi gemuk karena minum produk ini. Yg membuat gw tertawa krn  sekitaran 2 bulan sebelumnya di satu acara infotainment, dia di wawancara mengenai kehidupannya antar negara singapore - Jakarta, masalah anak, dan termasuk caranya untuk menjaga kelangsingan badan. Entah dia lupa atau tidak (padahal kurang lebih 5 menit sebelumnya, dia bercerita bahwa dia ditunjuk jadi duta produk pelangsing ini), saat ditanya kiat2 nya menjaga kesehatan dia mengatakan kurang lebih "Saya menjaganya dgn mengontrol makanan yg saya santap, tidak berlebihan terutama makan malam". Jadi kok malah kontradiksi dengan produk yg ditawarkan.

Hal ini juga terjadi dgn seorang kenalan di Solo. Kebetulan dia cantik, menarik, n cukup dikenal banyak orang. Setelah melahirkan dia gemuk, n orang2 melihat betul perubahannya sampai langsing-singset kembali. Suatu lembaga kesehatan I*****Sion sampai menawarkan dia untuk menjadi model mereka karena hal ini. Gw sendiri tidak tahu berapa banyak orang yg join karena hal ini. Padahal kl saja si pengiklan ini mengambil model iklannya public figure yg sudah jelas overweight, misalnya: suti karno, n bisa jadi langsing. Pasti orang berbondong2 (termasuk gue) untuk daftar disana. Ini yg namanya pemasaran menjual ilusi. Menciptakan sendiri idealisasi umum dari kacamata mereka untuk kepentingan bisnis. Orang terus diajak utk melihat apa yg kurang dr diri mereka. Seperti halnya produk komestika menjual pemutih kulit utk pangsa asia, n menjual penghitam kulit (Tan) utk pasar eropa.

Bila dipikir Tuhan itu luar biasa sekali. Di dunia yg ilusi ini ternyata masih bisa tercipta ilusi. Berarti ilusi di dalam ilusi. Tidak heran banyak orang yg dibilang lupa daratan. Wong yg dilihat itu ilusi. Kenapa gw bisa bilang dunia ini ilusi? Semua yg ada n kita lihat di dunia ini semua hasil penjabaran panca indera kita. Panca indera kita sendiri alat sensor yg memiliki keterbatasan. Bahkan dibandingkan dengan hewan pun beberapa panca indera kita kalah jauh. Bagaimana bila sebenarnya apa yg kita lihat ini sebenarnya karena "apa yg terlihat" tetapi bukan merupakan bentuk hakiki benda tersebut. Misal sekarang gw melihat monitor, karena cahaya yg ditangkap mata gw di terjemahkan oleh otak gw menjadi objek yg bernama monitor. Bagaimana kl monitor itu sebenarnya tak lebih dr kumpulan partikel dgn susunan yg disetujui bersama (dgn manusia lain) sebagai monitor. Bagaimana kl sebenarnya itu semua tidak lebih hasil terjemahan pikiran kita. Semua yg ada disekitar kita, bahkan tubuh kita, bahwa mungkin hakikat manusia n kehidupan itu sebenarnya tak lebih dr roh dan pikirannya.

Gue tergugah untuk merenungkan hal2 ini terutama setelah gw mengikuti Mind Management training. Semacam training untuk mengembangkan dan menuliskan alam bawah sadar sehingga menjadi kebiasaan sadar. Bagaimana menanamkan kesuksesan diri secara bawah sadar, membayangkan nya menjadi nyata, hingga menjadi kenyataan. Dimulai dari pengenalan ttg gelombang otak Alfa, beta & Gama, alam sadar n bawah sadar hing fakta yg cukup mengejutkan bahwa semua orang sukses dalam sejarah baik sadar n tidak sadar menggunakan konsep ini utk dirinya. Kutipan perkataan salah satu orang terkenal (gw lupa namanya) yg sampai sekarang terngiang2 di pikiran gw itu "Saat kau sudah membayangkan kesuksesan itu dan menjalaninya, kesuksesan itu akan datang baik kau suka atau tidak". Beberapa konsep yg sama gw liat sudah dibukukan (NLP salah satunya).

Yang membuat makin tertarik dengan pola gelombang otak, pikiran dan hakikat manusia, gw menemukan penjelasan yg luar biasa dari Ary Ginandjar di buku ESQ nya. Disana dia memaparkan dgn pendekatan fisika ttg gelombang. Bahwa gelombang yg berinterferensi dengan pola gelombang yg sama akan saling menguatkan (Amplitudanya akan naik), sedang bila berinterferensi saling melemahkan akan saling melemahkan (Amplitudanya akan mengecil). Dia memberikan pendekatan ini dengan kaitan ibadah Islam sholat dan mengaji. Irama, pola dan kekhusukan yg kita ciptakan (bila memang khusuk) akan membawa kita pada state komunikasi ketuhanan. Dimana frekuensi dan amplituda diri kita (dalam hal ini pikiran - Dalam kaitan dengan pola gelombang otak diatas dalam fasa beta) akan mendekati frekuensi Tuhan untuk saling menguatkan. Dari situ mungkin teori yg menyatakan orang yg khusuk sholatnya lebih kuat keimanannya. Entahlah, kebenaran hakiki itu sesuatu yg harus dicari bukan. Pencarian dan proses justru hal yg sangat menggembirakan dan berkesan bukan?

Well overall gw cukup happy hari ini. Inggris menang 2 - 0 (walau tampil seadanya), dan cukup puas melihat pertandingan Brasil - Uruguay 1-1, Argentina - Colombia 1-0. hahaha Gw kagum sama forlan yg bisa meroket paska di MU. Di timnas dgn 5 gol sejauh ini utk pra piala n urutan ketiga top scorer La Liga. Mungkin kl gw Ferguson, akan menonton pertandingan td pagi dgn terkagum2 melihat permainan forlan, sambil melantunkan hit sejuta umat PeterPan "Ada Apa Denganmu??"

…..

Leave a Reply