Thanks God is friday

Seperti halnya ribuan pegawai lainnya di Jakarta, mungkin kalimat ini yg terucap. Akhirnya hari Jumat tiba! Wiken sudah didepan mata. Hari jumat ini sebenarnya hari yang unik. Dia hari yang dinanti2, tp juga di beberapa kebudayaan (yg telah menjadi hal umum) hari jumat itu hari yg dihindari karena (katanya) penuh kesialan dan segala macam keseraman (contohnya: Friday the 13th, Jumat Kliwon dll). Yang uniknya orang2 yg terlibat didalamnya itu berada pada keyakinan agama yg menyatakan sebaliknya. Menurut Islam hari jumat merupakan hari baik dan berkah, Orang Kristen/Katolik merayakan Good Friday pada hari Jumat. Lalu ada apa sebenarnya dengan hari Jumat ini? Dengan Jumat tanggal 13? Dengan Jumat Kliwon?

Ada sebuah medical journal yg dikeluarkan di inggris dengan judul cukup menarik "Is Friday the 13th Bad for Your Health?". Dengan sampling wilayah yg cukup luas didapatkan fakta (secara statistik) bahwa jumlah pendaftaran kecelakaan lalu lintas di rumah sakit meningkat secara signifikan. Kesimpulan mereka "Oleh karena peningkatan hingga 52% pendaftaran kecelakaan lalu lintas di rumah sakit, disarankan untuk tinggal di rumah pada tiap tanggal 13 yg jatuh di hari Jumat". Di luar negeri banyak sekali (mungkin di indo juga banyak, hanya sayang tidak banyak bahan referensi bacaan yg bisa digali) kepercayaan yg berkembang ttg hari Jumat dan tanggal 13 ini. Orang Turki begitu tidak sukanya dengan angka 13 sehingga menghilangkannya dr kosa kata (Brewer, 1894), banyak kota yg tidak punya rumah no 13, atau gedung2 tinggi yang sengaja menghilangkan lantai 13 (di gedung gw sentra mulia bahkan lantai 12 - 14 dihilangkan), Jika kita memiliki nama yg berjumlah 13 huruf mungkin harus tahu fakta yg cukup menarik bahwa para psikopat dan kriminal ternama jumlah nama mereka terdiri dari 13 huruf (Jack the Ripper, Charles Manson, Jeffrey Dahmer, Theodore Bundy and Albert De Salvo).

Tidak pernah ada memang penjelasan yg cukup memuaskan dari kapan kepercayaan ttg angka 13 yg membawa sial ini dimulai. Mungkin dari masa yg telah lalu atau mungkin hanya dimulai beberapa abad terakhir ini. Fakta yg ada bahwa masyarakat masa lalu, seperti pada masa Kerajaan China dan orang Mesir pada masa Pharaoh menganggap angka 13 justru angka keberuntungan. Menurut orang mesir kuno, kehidupan adalah perjalanan spiritual yg bertahap. 12 tahap dalam kehidupan dan tahap 13 dinyatakan sebagai tahap kehidupan kekal setelah mati. Artinya memang angka 13 ini dikaitkan dengan kematian, tapi bukan dalam artian kehancuran dan musibah, melainkan sebagai kemenangan dan transformasi yg diinginkan.

Beberapa bacaan lain memberikan pemikiran bahwa angka 13 diambil dari para penganut agama patriarchal pada masa awal kebudayaan barat karena menyimbolkan kewanitaan (Feminity). Angka 13 ini dikaitkan dengan budaya pemujaan Dewi-Dewi kewanitaan karena berkaitan dengan perputaran bulan (dan juga menstruasi wanita) dalam setahun (13 x 28 = 364 hari). Sebuah artifak bernama "Earth Mother of Laussel" di sebuah daerah bernama Lascaux di perancis, telah berumur 27.000 tahun dan merupakan perwujudan wanita dengan memegang semacam tanduk dengan 13 lubang (www.goddessmyths.com/Future Myths.html). Dipercaya bahwa pada saat penanggalan matahari mulai digunakan dan menghapuskan penanggalan bulan, hingga angka 12 menjadi dominan dari angka 13, dimulailah era kebudayaan dengan dominasi pria.

Di sisi lain ada satu penjelasan yg cukup menarik ttg dimulainya kesialan angka 13 ini. Konon penganut hindu di daerah india, untuk alasan yg gw jg tidak tahu, merupakan kesialan untuk 13 orang berkumpul bersama (untuk makan bersama misalnya). Hal yg sama kurang lebih dianut juga oleh bangsa Viking kuno. Konon 12 Dewa diundang menuju Valhalla (kl mau tau jelas masalah ini, dulu pernah ada buku komik seperti tintin dgn judul Valhalla, gambarnya bagus n cerita nya menarik. Sekarang harus nyari di pasar loak jatinegara sepertinya utk menemukan buku ini. Cerita di buku ini kurang lebih di gambarkan juga di penjelasan ttg filsafat kuno di Buku Dunia Sophie / Sophie’s World). Loki, Dewa jahat, yg tidak diundang pada pertemuan itu, bersikeras untuk datang. Ini menyebabkan jumlah Dewa yang datang menjadi 13. Loki menyebabkan keonaran dengan menghasut Hod, Dewa Musim Dingin yg kebetulan buta, untuk menyerang Balder, Dewa baik dan merupakan favourite diantara para Dewa. Hod menggunakan selembar daun "Mistletoe" dari Loki yg digunakan untuk melempar Balder hingga tewas. Pesan moralnya tentu berhati2lah dengan tamu yg tak diundang, dan 13 orang pada makan malam merupakan suatu kesialan. Point tambahan yg mendukung, Alkitab menyatakan 13 orang datang pada makan malam yg terakhir. Satu diantara tamu yg hadir, mengkhianati Jesus hingga terjadi penyaliban. Lebih menarik lagi penyaliban ini terjadi di hari Jumat.

Beberapa tulisan dan pendapat menyatakan bahwa reputasi buruk hari Jumat dimulai dari masa Adam dan Hawa. Dikatakan bahwa Adam tergoda untuk memakan buah huldi/terlarang pada hari Jumat. Tuhan mengikat lidah dari pembangun Tower of Babel pada hari Jumat, Solomon Temple dihancurkan pada hari Jumat, dan di tradisi Roma, hari pemenggalan (di Inggris disebut HangMan’s Day) terjadi juga pada hari Jumat.

Sebagai akhir dari curhatan yg mungkin ngga ada gunanya ini :) sebuah teori yg ditawarkan dari Novel "The Da Vinci Code" memberi penjelasan ttg kejadian (atau bisa dikatakan kehancuran?) yg terjadi kurang lebih 700 tahun yg lalu. Kejadian dimulai dari era Knights of Templar, prajurit elit yg dibentuk pada era perang salib. Setelah pertempuran 200 tahun, pada tahun 1300 kekuatan dan pengaruhnya sudah demikian besar hingga mengancam keberadaan Kerajaan dan Gereja (Buku yg cukup menarik "Tales of the Knights Templar" Warner Books, 1995). Hingga pada tanggal 13 Oktober 1307, hari yg kemudian diingat sebagai Friday the 13th, para prajurit Perancis King Philip IV memulai operasi penangkapan massal secara terorganisir. Beribu2 Templar yg ditangkap dengan tuduhan dari mulai menyebarkan ajaran dan doktrin berbeda, kalimat pemujaan selain kepada Tuhan, ritual2 yg aneh hingga tuduhan homoseksual. Walau konon tidak ada tuduhan2 ini yg terbukti, untuk 7 tahun kedepan setelah itu penangkapan dan penyaliban terhadap Templar ini terus dilakukan. Cukup menarik untuk membuat gw tertarik mengetahui referensi2 yg didapat oleh si Dan Brown ini.

Anyway, enjoy the Good Friday (menurut gw soalnya hari Jumat hari yg baik). 2 hours to go before wiken :)

Cheers

Leave a Reply