Archive for March, 2005

Thanks God is friday

Thursday, March 31st, 2005

Seperti halnya ribuan pegawai lainnya di Jakarta, mungkin kalimat ini yg terucap. Akhirnya hari Jumat tiba! Wiken sudah didepan mata. Hari jumat ini sebenarnya hari yang unik. Dia hari yang dinanti2, tp juga di beberapa kebudayaan (yg telah menjadi hal umum) hari jumat itu hari yg dihindari karena (katanya) penuh kesialan dan segala macam keseraman (contohnya: Friday the 13th, Jumat Kliwon dll). Yang uniknya orang2 yg terlibat didalamnya itu berada pada keyakinan agama yg menyatakan sebaliknya. Menurut Islam hari jumat merupakan hari baik dan berkah, Orang Kristen/Katolik merayakan Good Friday pada hari Jumat. Lalu ada apa sebenarnya dengan hari Jumat ini? Dengan Jumat tanggal 13? Dengan Jumat Kliwon?

Ada sebuah medical journal yg dikeluarkan di inggris dengan judul cukup menarik "Is Friday the 13th Bad for Your Health?". Dengan sampling wilayah yg cukup luas didapatkan fakta (secara statistik) bahwa jumlah pendaftaran kecelakaan lalu lintas di rumah sakit meningkat secara signifikan. Kesimpulan mereka "Oleh karena peningkatan hingga 52% pendaftaran kecelakaan lalu lintas di rumah sakit, disarankan untuk tinggal di rumah pada tiap tanggal 13 yg jatuh di hari Jumat". Di luar negeri banyak sekali (mungkin di indo juga banyak, hanya sayang tidak banyak bahan referensi bacaan yg bisa digali) kepercayaan yg berkembang ttg hari Jumat dan tanggal 13 ini. Orang Turki begitu tidak sukanya dengan angka 13 sehingga menghilangkannya dr kosa kata (Brewer, 1894), banyak kota yg tidak punya rumah no 13, atau gedung2 tinggi yang sengaja menghilangkan lantai 13 (di gedung gw sentra mulia bahkan lantai 12 - 14 dihilangkan), Jika kita memiliki nama yg berjumlah 13 huruf mungkin harus tahu fakta yg cukup menarik bahwa para psikopat dan kriminal ternama jumlah nama mereka terdiri dari 13 huruf (Jack the Ripper, Charles Manson, Jeffrey Dahmer, Theodore Bundy and Albert De Salvo).

Tidak pernah ada memang penjelasan yg cukup memuaskan dari kapan kepercayaan ttg angka 13 yg membawa sial ini dimulai. Mungkin dari masa yg telah lalu atau mungkin hanya dimulai beberapa abad terakhir ini. Fakta yg ada bahwa masyarakat masa lalu, seperti pada masa Kerajaan China dan orang Mesir pada masa Pharaoh menganggap angka 13 justru angka keberuntungan. Menurut orang mesir kuno, kehidupan adalah perjalanan spiritual yg bertahap. 12 tahap dalam kehidupan dan tahap 13 dinyatakan sebagai tahap kehidupan kekal setelah mati. Artinya memang angka 13 ini dikaitkan dengan kematian, tapi bukan dalam artian kehancuran dan musibah, melainkan sebagai kemenangan dan transformasi yg diinginkan.

Beberapa bacaan lain memberikan pemikiran bahwa angka 13 diambil dari para penganut agama patriarchal pada masa awal kebudayaan barat karena menyimbolkan kewanitaan (Feminity). Angka 13 ini dikaitkan dengan budaya pemujaan Dewi-Dewi kewanitaan karena berkaitan dengan perputaran bulan (dan juga menstruasi wanita) dalam setahun (13 x 28 = 364 hari). Sebuah artifak bernama "Earth Mother of Laussel" di sebuah daerah bernama Lascaux di perancis, telah berumur 27.000 tahun dan merupakan perwujudan wanita dengan memegang semacam tanduk dengan 13 lubang (www.goddessmyths.com/Future Myths.html). Dipercaya bahwa pada saat penanggalan matahari mulai digunakan dan menghapuskan penanggalan bulan, hingga angka 12 menjadi dominan dari angka 13, dimulailah era kebudayaan dengan dominasi pria.

Di sisi lain ada satu penjelasan yg cukup menarik ttg dimulainya kesialan angka 13 ini. Konon penganut hindu di daerah india, untuk alasan yg gw jg tidak tahu, merupakan kesialan untuk 13 orang berkumpul bersama (untuk makan bersama misalnya). Hal yg sama kurang lebih dianut juga oleh bangsa Viking kuno. Konon 12 Dewa diundang menuju Valhalla (kl mau tau jelas masalah ini, dulu pernah ada buku komik seperti tintin dgn judul Valhalla, gambarnya bagus n cerita nya menarik. Sekarang harus nyari di pasar loak jatinegara sepertinya utk menemukan buku ini. Cerita di buku ini kurang lebih di gambarkan juga di penjelasan ttg filsafat kuno di Buku Dunia Sophie / Sophie’s World). Loki, Dewa jahat, yg tidak diundang pada pertemuan itu, bersikeras untuk datang. Ini menyebabkan jumlah Dewa yang datang menjadi 13. Loki menyebabkan keonaran dengan menghasut Hod, Dewa Musim Dingin yg kebetulan buta, untuk menyerang Balder, Dewa baik dan merupakan favourite diantara para Dewa. Hod menggunakan selembar daun "Mistletoe" dari Loki yg digunakan untuk melempar Balder hingga tewas. Pesan moralnya tentu berhati2lah dengan tamu yg tak diundang, dan 13 orang pada makan malam merupakan suatu kesialan. Point tambahan yg mendukung, Alkitab menyatakan 13 orang datang pada makan malam yg terakhir. Satu diantara tamu yg hadir, mengkhianati Jesus hingga terjadi penyaliban. Lebih menarik lagi penyaliban ini terjadi di hari Jumat.

Beberapa tulisan dan pendapat menyatakan bahwa reputasi buruk hari Jumat dimulai dari masa Adam dan Hawa. Dikatakan bahwa Adam tergoda untuk memakan buah huldi/terlarang pada hari Jumat. Tuhan mengikat lidah dari pembangun Tower of Babel pada hari Jumat, Solomon Temple dihancurkan pada hari Jumat, dan di tradisi Roma, hari pemenggalan (di Inggris disebut HangMan’s Day) terjadi juga pada hari Jumat.

Sebagai akhir dari curhatan yg mungkin ngga ada gunanya ini :) sebuah teori yg ditawarkan dari Novel "The Da Vinci Code" memberi penjelasan ttg kejadian (atau bisa dikatakan kehancuran?) yg terjadi kurang lebih 700 tahun yg lalu. Kejadian dimulai dari era Knights of Templar, prajurit elit yg dibentuk pada era perang salib. Setelah pertempuran 200 tahun, pada tahun 1300 kekuatan dan pengaruhnya sudah demikian besar hingga mengancam keberadaan Kerajaan dan Gereja (Buku yg cukup menarik "Tales of the Knights Templar" Warner Books, 1995). Hingga pada tanggal 13 Oktober 1307, hari yg kemudian diingat sebagai Friday the 13th, para prajurit Perancis King Philip IV memulai operasi penangkapan massal secara terorganisir. Beribu2 Templar yg ditangkap dengan tuduhan dari mulai menyebarkan ajaran dan doktrin berbeda, kalimat pemujaan selain kepada Tuhan, ritual2 yg aneh hingga tuduhan homoseksual. Walau konon tidak ada tuduhan2 ini yg terbukti, untuk 7 tahun kedepan setelah itu penangkapan dan penyaliban terhadap Templar ini terus dilakukan. Cukup menarik untuk membuat gw tertarik mengetahui referensi2 yg didapat oleh si Dan Brown ini.

Anyway, enjoy the Good Friday (menurut gw soalnya hari Jumat hari yg baik). 2 hours to go before wiken :)

Cheers

Turut berduka utk musibah Nias

Thursday, March 31st, 2005

Setelah 2 hari off (dan 1 hari ngga bisa access blog friendster) akhirnya bisa online kembali. Turut berduka cita atas para korban musibah gempa bumi dan Tsunami di Nias dan beberapa bagian Sumatera Utara. Semoga amal ibadah yg wafat diterima di sisi-Nya dan yg ditinggalkan diberikan ketabahan.

Ada apa sebenarnya dgn negara kita ini, terutama setahun terakhir. Seakan-akan bencana tidak ada akhirnya. Sudah negara miskin, kena bencana terus lagi. Apa benar kata bang Ebiet bahwa ini peringatan Tuhan atas perbuatan umat-Nya? tapi kenapa yg terus diberikan cobaan justru orang2 yg notabene kurang mampu dan bukan para koruptor2 itu. Mungkin karena Tuhan menganggap mereka tabah? yah entahlah, hal2 semacam ini sudah masuk ke zona keimanan dan keyakinan atas kehendak-Nya. Sekali lagi kata bang Ebiet, bertanyalah pada rumput yg bergoyang.

Kl meluangkan waktu untuk nongkrong di warung2 atau minggir utk makan di warteg, topik yg hangat tentu ttg kenapa dulu memilih SBY menjadi presiden. Dari mulai pendukung SBY yg jelas2 menyatakan kekecewaannya, sampai jurkam partai lain yg bikin suasana panas dgn segala informasi2 ttg SBY yg tdk jelas juntrungannya. Memang sih kl ditilik dari namanya yg Yudho-yono, diambil dari kata (perang) Bhara-Yudho, pemerintahan SBY sptnya akan penuh dengan perang (dalam artian bencana, - dan mudah2an tidak ada - hura hara). Mudah2an sih nantinya ada fasa resurrection (ngambil ide dr anime jepang Evangelion - ini anime plg sakit yg pernah gw tonton) bahwa setelah fasa kehancuran total (titik nol) akan kembali kearah keharmonian … Amin.. Atau mungkin sebagai bahan pertimbangan Pak SBY ini bisa mengikuti jejak artis2 yg lagi trend yaitu melakukan ruwatan :) mungkin saja ki Jokopodo atau paranormal lainnya itu punya kekuatan yg cukup untuk membuat aura negatif dan memberi aura positif kepada Pak SBY dan indonesia hehe

Hahaha, kenapa kl ingat keharmonian gw selalu ingat ttg Nadya Hutagalung. Gw selalu ketawa melihat iklannya di TV  ttg produk pengurusan badan itu (Eksim? Exim? Maxim?). Di iklan dia bercerita bahwa dia bisa makan enak sebanyak mungkin tanpa perlu khawatir menjadi gemuk karena minum produk ini. Yg membuat gw tertawa krn  sekitaran 2 bulan sebelumnya di satu acara infotainment, dia di wawancara mengenai kehidupannya antar negara singapore - Jakarta, masalah anak, dan termasuk caranya untuk menjaga kelangsingan badan. Entah dia lupa atau tidak (padahal kurang lebih 5 menit sebelumnya, dia bercerita bahwa dia ditunjuk jadi duta produk pelangsing ini), saat ditanya kiat2 nya menjaga kesehatan dia mengatakan kurang lebih "Saya menjaganya dgn mengontrol makanan yg saya santap, tidak berlebihan terutama makan malam". Jadi kok malah kontradiksi dengan produk yg ditawarkan.

Hal ini juga terjadi dgn seorang kenalan di Solo. Kebetulan dia cantik, menarik, n cukup dikenal banyak orang. Setelah melahirkan dia gemuk, n orang2 melihat betul perubahannya sampai langsing-singset kembali. Suatu lembaga kesehatan I*****Sion sampai menawarkan dia untuk menjadi model mereka karena hal ini. Gw sendiri tidak tahu berapa banyak orang yg join karena hal ini. Padahal kl saja si pengiklan ini mengambil model iklannya public figure yg sudah jelas overweight, misalnya: suti karno, n bisa jadi langsing. Pasti orang berbondong2 (termasuk gue) untuk daftar disana. Ini yg namanya pemasaran menjual ilusi. Menciptakan sendiri idealisasi umum dari kacamata mereka untuk kepentingan bisnis. Orang terus diajak utk melihat apa yg kurang dr diri mereka. Seperti halnya produk komestika menjual pemutih kulit utk pangsa asia, n menjual penghitam kulit (Tan) utk pasar eropa.

Bila dipikir Tuhan itu luar biasa sekali. Di dunia yg ilusi ini ternyata masih bisa tercipta ilusi. Berarti ilusi di dalam ilusi. Tidak heran banyak orang yg dibilang lupa daratan. Wong yg dilihat itu ilusi. Kenapa gw bisa bilang dunia ini ilusi? Semua yg ada n kita lihat di dunia ini semua hasil penjabaran panca indera kita. Panca indera kita sendiri alat sensor yg memiliki keterbatasan. Bahkan dibandingkan dengan hewan pun beberapa panca indera kita kalah jauh. Bagaimana bila sebenarnya apa yg kita lihat ini sebenarnya karena "apa yg terlihat" tetapi bukan merupakan bentuk hakiki benda tersebut. Misal sekarang gw melihat monitor, karena cahaya yg ditangkap mata gw di terjemahkan oleh otak gw menjadi objek yg bernama monitor. Bagaimana kl monitor itu sebenarnya tak lebih dr kumpulan partikel dgn susunan yg disetujui bersama (dgn manusia lain) sebagai monitor. Bagaimana kl sebenarnya itu semua tidak lebih hasil terjemahan pikiran kita. Semua yg ada disekitar kita, bahkan tubuh kita, bahwa mungkin hakikat manusia n kehidupan itu sebenarnya tak lebih dr roh dan pikirannya.

Gue tergugah untuk merenungkan hal2 ini terutama setelah gw mengikuti Mind Management training. Semacam training untuk mengembangkan dan menuliskan alam bawah sadar sehingga menjadi kebiasaan sadar. Bagaimana menanamkan kesuksesan diri secara bawah sadar, membayangkan nya menjadi nyata, hingga menjadi kenyataan. Dimulai dari pengenalan ttg gelombang otak Alfa, beta & Gama, alam sadar n bawah sadar hing fakta yg cukup mengejutkan bahwa semua orang sukses dalam sejarah baik sadar n tidak sadar menggunakan konsep ini utk dirinya. Kutipan perkataan salah satu orang terkenal (gw lupa namanya) yg sampai sekarang terngiang2 di pikiran gw itu "Saat kau sudah membayangkan kesuksesan itu dan menjalaninya, kesuksesan itu akan datang baik kau suka atau tidak". Beberapa konsep yg sama gw liat sudah dibukukan (NLP salah satunya).

Yang membuat makin tertarik dengan pola gelombang otak, pikiran dan hakikat manusia, gw menemukan penjelasan yg luar biasa dari Ary Ginandjar di buku ESQ nya. Disana dia memaparkan dgn pendekatan fisika ttg gelombang. Bahwa gelombang yg berinterferensi dengan pola gelombang yg sama akan saling menguatkan (Amplitudanya akan naik), sedang bila berinterferensi saling melemahkan akan saling melemahkan (Amplitudanya akan mengecil). Dia memberikan pendekatan ini dengan kaitan ibadah Islam sholat dan mengaji. Irama, pola dan kekhusukan yg kita ciptakan (bila memang khusuk) akan membawa kita pada state komunikasi ketuhanan. Dimana frekuensi dan amplituda diri kita (dalam hal ini pikiran - Dalam kaitan dengan pola gelombang otak diatas dalam fasa beta) akan mendekati frekuensi Tuhan untuk saling menguatkan. Dari situ mungkin teori yg menyatakan orang yg khusuk sholatnya lebih kuat keimanannya. Entahlah, kebenaran hakiki itu sesuatu yg harus dicari bukan. Pencarian dan proses justru hal yg sangat menggembirakan dan berkesan bukan?

Well overall gw cukup happy hari ini. Inggris menang 2 - 0 (walau tampil seadanya), dan cukup puas melihat pertandingan Brasil - Uruguay 1-1, Argentina - Colombia 1-0. hahaha Gw kagum sama forlan yg bisa meroket paska di MU. Di timnas dgn 5 gol sejauh ini utk pra piala n urutan ketiga top scorer La Liga. Mungkin kl gw Ferguson, akan menonton pertandingan td pagi dgn terkagum2 melihat permainan forlan, sambil melantunkan hit sejuta umat PeterPan "Ada Apa Denganmu??"

…..

Singing on the rain

Monday, March 28th, 2005

5:20 PM. Hujan sudah lebih dari sejam-an mengguyur kuningan. Cuaca dingin, susu coklat panas, album Heaven of Love nya Ada Band, dan internet merupakan anugerah yg luar biasa sore ini. Jalan diluar tumben ngga semacet biasanya, terutama jalur ke arah mampang yg bottle neck di jalur depan kedubes australia yg ngga jelas mau dibuat apaan.

Lumayan hasil browsing di forumponsel mengupdate informasi seluler n gadget sambil mengutuk2 tarif GPRS GSM yg mencekik. Apa sudah saatnya berpindah ke fixed wireless atau CDMA, yang berarti investasi baru di CDMA phone atau bahkan PDA Phone yg CDMA. Sepertinya Audiovox Thera cukup menarik n harganya reasonable. Apalagi melihat review yg "luar biasa" dari mas yg satu ini http://www.reviewland.com/pdaphone-audiovoxthera.htm disertai screenshot yg eyecatching hehe.

Terlepas dari banyak nya kritikan atas site ini, menurut gw cukup menarik membaca pengalaman detail dr pemakai langsung. Sayang beribu sayang, audiovox ini cuma bisa isi nomor dengan inject, dan tidak bisa RUIM (pakai kartu chip yg biasanya ada pas beli paket perdana). N gosip2 yg beredar juga sistem inject ini sudah mulai di block untuk Flexi n StarOne. Bahkan ada beberapa yg pakai Fren juga sudah kena. Alasannya yah penerapan sistem A-Key baru utk mencegah duplikasi nomor. Berhubung inject itu masukin nomor dgn kode2 tertentu, which is bisa dilakukan di beberapa handset sekaligus, yg punya nomor pasca bayar pasti kebat kebit ngeliat tagihan bulanannya yg membengkak n tidak jelas juntrungannya. Audiovox yg untuk RUIM masih selangit harganya, tidak hanya sepintas mirip O2 IIs sampai harga2nya ikutan sama. Hmm.. harus didiskusikan dengan dewan pengatur moneter rumah tangga (baca: istri).

Akhirnya gw hari ini menyelesaikan juga trilogi Ju On (The grudge versi asli jepang) dengan ending yg menyebalkan. Si Mayako Eiki terlahirkan kembali menjadi anak perempuan. Di mulai dari kelahirannya yg menewaskan semua tim dokter, hingga menjadi anak kecil yg membunuh ibunya sendiri. So tipikal film2 horror asia. Digantung di akhirnya. Padahal kalau dipikir, kenapa mahluk halus dengan kebebasan dimensi dan ruang memilih untuk membatasi dirinya dalam objek fisik seperti tubuh manusia. Apa memang ada kaitannya dengan pemikiran beberapa aliran kepercayaan bahwa unrested spirit itu sebenarnya mencari peluang untuk terlahir kembali atau memang hanya trend di dunia halus untuk berpenampilan ala manusia :D

Anyway, walau begitu gw cukup senang bisa mengurangi daftar DVD yg belum tertonton di rumah (ketidak seimbangan terjadi disaat jam nonton itu 3 - 4 hari/minggu, sedang di akhir pekan saat nemenin bini belanja biasanya beli > 5 belum lagi belanja2 film korea romantis di evelyn di kantor :)). Yang jelas sekarang semua berpatokan dari imdb.com bila di rating bagus, berarti itu yang dipilih (walau pernah tertipu dengan film Harold & Kumar Go to White Castle yg garink nya super duper). Sekedar tips kl pada mau beli film, kl mau pasti film itu sudah original atau belum tanpa harus di test (biasanya ngetes DTS, gambar n subtitle) bisa cek dari imdb.com. Cari film yang diinginkan dan lihat halaman reviewnya, n lihat di sebelah kanan (Shop - yg ada bendera US, Canada, UK ama Jerman) tulisan DVD nya sudah muncul atau masih Grey out. Kl masih grey out, bisa dipastikan DVD yg beredar itu masih belum bagus. Wong master record nya ajah belum ada.

Ahh.. seruputan terakhir dari susu coklat yg sudah mendingin. Lagu penutup …

Malam kehadiran cinta sambut jiwa baru
Telah lama kutunggu hadirmu disini
Namun hanya ruang semu yang nampak padaku

Kerinduan yang mendalam terbitkan hasratku
Sambutlah tangan ini terima janjiku
Rasakan cinta yang tulus lewat aliran darahmu
Menyatu seiring dalam kasih

Reff :
Kau auraku ..
Pancarkan sepercik harapan
Datanglah merasuk menjelma
Meleburkan cinta
Kubawa kau terbang menembus awan yang beriring
Kembangkan senyuman
Bagai bunga .. bawa keindahan

Tak dapat kusangkal adanya dirimu yang selalu menaungi
Pikiran batinku ingin miliki hatimu
Takkan pernah terlepaskan
Kupersembahkan semua padamu

Again

Sunday, March 27th, 2005

Di kantor lagi (untuk sekian kalinya) di kala wiken .. long wiken tepatnya (untuk menekankan dan menambah penderitaannya). Dan gw harus bekerja di saat orang2 pada bersenang. Padahal wiken harusnya itu makan enak, jalan-jalan, nonton DVD atau nonton seharian. Entah makanan baru apa yg sudah ada di luar sana. Si damar sepertinya baru ber-kuli-wisata, dan memberi update tempat2 makan baru. Tahu potong di arteri pondok indah dengan kuah gulai? wah sepertinya fatty sekali. Cocok untuk makanan akhir pekan!

Well, apa karena memang keseringan long wiken yah makanya nih kantor makin terasa seram. Indra baru bangun n cerita dia ngga tidur semalaman karena merasa melihat bayangan2 berkelebat. Gw sih sebenarnya sudah teramat sering melihat penampakan yg sama. Hanya selalu official denial, karena bila otak sudah mengiyakan kan nanti panca indra akan menangkap secara langsung haha. Jangan sampai kayak si Ime yang udah ngeliat langsung si Ju Oh itu. Hihi sorry yah me.

Kalau dipikir2, rasa takut sama yg namanya dunia gaib itu akibat didikan konservatif kepada anak2 kecil yg lugu. Yah dr cerita orang, dr tontonan, sampe dr teman sendiri. Entah mengapa marketing strategies yg demikian apik sehingga tetap bisa ditakuti dr dulu sampe sekarang. Gw ingat banget film horror pertama gw itu film sundel bolong. Dan cukup membekas karena dari 1.5 jam film kok yang teringat yah bagian2 yg paling serem waktu itu (nakutin tukang bakso, makan bakso yg langsung keluar dari punggung). Kalau dipikir2 sekarang, apa seramnya adegan itu. Tapi entah mengapa mungkin secara psikologis, event itu sudah membuat entah itu luka atau endapan memory yg permanen. Well mungkin gw harus berdiskusi dgn anak psikologi utk yg satu ini. Yang jelas horror jepang, korean n indo memang paling ok untuk membuat gw sering nengok kiri dan kanan kl lagi di kantor sampe jam 2 malam hehe

Baru liat ada iklan film 30 hari mencari cinta di SCTV. Kayaknya nih film laku banget sih, udah diputar 3 kali di tv. Padahal kayak banyak dhe film indo bertema cinta lain yang bagus. Mungkin karena yg main ce2 nya cakep2 yah n ceritanya simple. Primetime lho, berarti kan slot iklannya jaminan penuh tuh. Film buatannya mahasiswa indo di aussy (curtin university kl ngga salah), itu kok ngga pernah kelihatan beritanya, padahal udah lama. Judulnya Pelangi di atas Prahara. Jadi kl pada ngikutin kisah Bandung Lautan Asmara yg VCD-nya dulu menghebohkan itu dengan tokohnya nanda. Nah ceritanya film ini tuh tentang si nanda itu, pasca kejadian VCD. Jadi si doi kuliah di australia, begin her new life dan menghadapi tantangan dr masa lalunya itu. Entah ini fiksi semata atau memang kisah nyata, gw respek n angkat topi tuh sama hasil kerja filmnya. Sinematografi nya profesional, castingnya bagus n dr jalannya cerita sepertinya script n naskah disusun secara professional. Walaupun awalnya nonton karena di bungkus film itu ada komentar Dian Sastro ttg film itu "Kayaknya ada dhe, film indonesia yg bagus juga …" n seperti diketahui bahwa komentar Dian Sastro is our command, langsung ditonton hahaha.

Ngomong2 cinta, gw juga baca tadi pagi tentang liputan kompas tentang sayembara cinta ala Joe Millionaire. Cukup menarik artikel pojok kanan depan kompas minggu, kritisasi dan aktualisasinya ttg yg lagi hangat di masyarakat. Beberapa minggu yg gw anggap menarik juga ttg acara ladies on top, acara khusus ce yg di hardrock cafe saban rabu itu. Well mungkin harus pada baca dhe, gw lg tidak ingin berkomentar khusus untuk itu. Gw malah tertarik di bagian tentang "colonialized mind", pikiran yang terjajah karena menganggap laki-laki bertampang bule sebagai yang paling hebat, dan, karenanya, diperebutkan. Dan entah kebetulan atau tidak di kolom konsultasi Leila Ch Budiman (salah satu bagian favourite gw juga di kompas minggu) hal ini dibahas. Seperti halnya di negara2 lain yg dijajah oleh eropa, entah kenapa pemuda2 bule punya nilai plus oleh wanita2 di negara tersebut. Pernyataan gw ini tentu akan mengundang komentar dr teman2 ce gw yg fanatik dng co2 bule, "ah elo sirik ajah, kan emang mereka ganteng2", "Mereka kan lebih dewasa dan bertanggungjawab daripada co2 disini", dan berbagai celaan serta komentar lain yg harus gw terima. Well, ok lha. Semua orang punya hak untuk memilih pasangannya, entah itu bule ataupun tidak. Tapi itu bukan suatu alasan untuk menganggap bahwa bule itu akan selalu "lebih" dan "sempurna" hingga mendapatkan mereka itu menjadi suatu role model yg diimpikan. Beberapa bule yg gw kenal terang2an bilang bahwa banyak juga teman mereka yg notabene warga negara kelas 2 di negaranya, lebih memilih untuk bermigrasi di negara2 semacam indonesia. Disini mereka dihargai sebagai warga negara kelas 0 (udah bukan kelas 1), highly paid dan berbagai keistimewaan lainnya.

Menanggapi pernikahan dgn bule, Bu Leila di kolomnya cukup bijak dengan memberikan fakta (tanpa melibatkan subjektifitas seperti gw ini hehe) bahwa "Di sekitar saya, di Negara kangguru, saya kenal beberapa pasangan Indonesia dan bule. Dari lima belas pasangan campur itu saya kenal baik, ada beberapa yang sangat bahagia dengan pasangan bulenya. Ada tujuh pasangan yang bermasalah berat, dan lima diantara tujuh ini sudah bercerai. Jadi, hampir separuh perkawinan campur mereka bermasalah berat. Yang berbahagia disebabkan kepribadian pasangan bulenya sangat baik. Dapat menghargai pasangannya, dapat bekerja sama, dan tolong menolong… Yg tidak bahagia, ada sebab suami bulenya pemabuk dan pemarah, ada yang sebab tidak bertanggung jawab dan mempunyai beberapa pacar lain." So it’s all about people. Gw ngga ngomong co indo ngga ada yg pemabuk dan pemarah, atau semuanya bertanggung jawab. But at least semuanya dinilai dari isinya dan diperlakukan secara adil.

Kalau gw pikir ulang, sentimen gw lg maksimum minggu ini karena gw mendengarkan cerita yg sama untuk kedua kalinya minggu ini. Alkisah rekan kerja gw bekerja di perusahaan yg penghargaan (baca: gaji) berdasarkan atas tingkat pendidikan. Jadi yg S1 gajinya sekian, yg D3 sekian dan seterusnya. Pada suatu saat ada posisi di dept. IT (information technology gitu lho..) yg menuntut skills dan kemampuan kerja tertentu, dgn requirement S1. Di dept. itu ada anak D3 dengan kemampuan yg luar biasa, yg akan bekerja baik pada posisi tsb. Anak tersebut di promosikan disana dengan gaji baru. Entah mulai dari mana, omongan sana sini melibatkan orang2 yg tidak puas atas penunjukan tsb. Dan seperti halnya demo2 di jakarta yg ada backing dibelakangnya, akhirnya pegawai2 protes. Sang anak ini terpaksa di kembalikan ke posisi semula. Dan cerita ini akhirnya berakhir gimana?? … perusahaan ini menggaji bule yg gaji nya > 10 kali gaji sebelumnya, dengan kemampuan yg minus. Most pekerjaan akhirnya juga dikerjakan oleh anak itu. Dan anehnya tidak ada yg protes tuh… Sepertinya memang indonesia dijajah selama 350 tahun itu bukan karena tidak bisa perang melawan penjajah, tapi memang mental orang terjajah sudah demikian melekat di hati orang2 nya (well gw mo cerita panjang lebar ttg kaitannya dgn budaya Jawa yg konservatif itu - gw orang jawa lho - tp kepanjangan. Mending baca buku Pramoedya ajah "Bumi Manusia" cukup jelas tuh)

Time to sign off … cek&ricek time …